Tuesday, August 8, 2017


Saat ini hampir seluruh aspek kehidupan kita telah tersentuh oleh kecanggihan teknologi. Pada bidang bidang perkantoran misalnya, untuk mencatat kehadiran para pegawainya di setiap gedung diletakkan alat pencatat kehadiran otomatis berupa perekam sidik jari atau lebih dikenal dengan sebutan “fingerprint”. Tidak terkecuali di kampus-kampus, dimana para pegawai dan dosen-dosennya cukup menempelkan jarinya pada alat tersebut, maka kehadirannya telah terekam secara otomatis lengkap dengan detail waktunya, baik saat datang maupun ketika akan pulang. Terlepas dari efektif atau tidaknya kinerja alat ini dalam mengontrol displin para pegawainya, ada hal menarik yang akan kita bahas saat ini, yaitu analisa dari sudut pandang bahasa.
Pertama, kita lihat secara arti: kata fingerprint berasal dari bahasa inggris yang secara makna dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sidik jari. Hal ini sesuai dengan cara kerja alat ini dimana pengguna alat tersebut akan tercatat secara otomatis jam kedatangan dan kepulangannya dengan cara menempelkan jarinya pada alat tersebut. Untuk masalah makna ini hampir tidak ada perbedaan pendapat.
Kedua, kita lihat dari segi pengucapan. Nah, untuk masalah yang satu ini terdapat perbedaan pendapat. Ada sebagian orang yang melafalkannya dengan ‘finggerprint’, dan ada sebagian lain yang melafalkannya dengan ‘finjerprint’. Manakah yang benar?
Menurut Oxford Advanced Learner’s Dictionary karya AS Hornby, pada halaman 436-437 tertulis:
finger /'fІngǝ(r)/ any of the five parts extending from each hand (jari)
fingerprint  /'fІngǝprint/  a mark made usually made by the lower surface of the tip of a finger and used for identifying people (sidik jari)

Coba bandingkan dengan kata berikut ini:
          ginger /'dƷІndƷǝr/ a hot tastening root used as a flavouring (jahe)
          danger /'deІndƷǝr/ a chance of suffering damage, loss, injury, etc. (bahaya)

Lalu bandingkan dengan kata:
          anger /'ængǝr/ a strong feeling of annoyance (kemarahan)
          fishmonger /fiʃmɅngǝ(r)/ a person whose job is to sell fish in a shop (penjual ikan)

Dari perbandingan fonetik (cara pembacaan) kata-kata di atas, terlihat bahwa kata “finger” tidak dilafalkan /'fІndƷǝr/ (red: finjer) seperti halnya kata “ginger” atau “danger”, melainkan dilafalkan /'fІngǝ(r)/ seperti pada kata “anger” /'ængǝ(r)/ dan "fishmonger" /fiʃmɅngǝ(r)/.
Bagaimana, mudah-mudahan tidak keliru lagi ya :) 

0 comments:

Post a Comment

About

This site is developed to help all English learners around the world. However, since the site is developed in Indonesia (Southeast Asia), the language used in this site will be a mixture of English and Indonesian language. (Situs ini dikembangkan untuk membantu para pembelajar Bahasa Inggris di seluruh dunia. Namun demikian, dikarenakan situs ini dibuat di Indonesia (Asia Tenggara), bahasa yang digunakan di situs ini adalah campuran antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.)

MyEnglishBee.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Bee Translation

Bee Translation adalah jasa terjemah online yang dikelola oleh MyEnglishBee. Melayani terjemah/edit/proofread artikel, jurnal, abstrak, skripsi, tesis, disertasi dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris atau sebaliknya. Silakan kirim file yang akan diterjemahkan ke beetranslate@gmail.com Ada pertanyaan? Silakan hubungi 087711747454 (SMS/WA).

Popular Posts