Tuesday, August 29, 2017

Many English learners, especially those whose English is not their native language, desperately want to be able to speak (or write) in English fluently and quickly. When I surfed on YouTube, I found this video, and I thought, the content is relevant to this issue. The speaker in the video explains a way to improve your fluency and speed when speaking in English: stop translating in your head. In this article, I would like to summarize and highlight important points of her explanation.
Language is like muscles in our body, and everyone has more than one muscle. Imagine in your head you have two languages: your native language and English. Your native language muscle has been used and trained for your whole life. Therefore, it can work fast, responsive, precise, and accurate. Meanwhile, another muscle—your English muscle, has been trained only for couple of years at school. Comparing the big difference between your two different muscles, how do we expect them to work equally strong?
In order to make your English muscle strong and responsive, you have to train it. Imagine you use your right hand almost all the time, and you want to improve the strength and the reflex of your left hand. In this case you have to reduce using your right hand and start using your left hand. After certain time of training and exercise, I believe your left hand will work more responsively and quickly just like your right hand.
Regarding the English muscles in your brain, in order to make them more responsive and quick in processing words in English, train them! Leave your native language muscles for a while: think in English, speak in English. Do everything in English. Stop using bilingual dictionary. Start using monolingual dictionary (English-English dictionary). By this way, when you look for certain words, and you find the words in the dictionary, the definition and the description are all in English. This will help you to think in English, and at the same time train your English muscles.
Again, in order to make your English muscles work fast and responsive, leave your native language muscles for a while. Stop using your native language. To do this, you will need a partner, and the partner does not have to be someone else—it can be yourself. Yes, talk to yourself. What about if you make grammar mistakes or pronunciation? Who will correct you? No need to worry. It is a training. You are training your muscles, not joining an Olympic game. As a matter of fact, in real life, native speakers of English sometimes mess up the grammar or pronunciation. Yet, they can still communicate well.
However, in case you want to improve the accuracy of your muscle, you may note the words you probably not sure about the meaning or the pronunciation. Just write the word(s) in a piece of paper or on your smart phone, and you can check them later. Again, using monolingual dictionary. Remember, you are training your English muscles.
The last but not least, just like training your muscles to be good in shape and functionality, the training should be regular. Don’t expect to have a body like Arnold Schwarzenegger only by doing push-ups and lifting truck tire in a day. Do the training and exercise regularly.

If you need more explanation, please watch the video by yourself. Good Luck!



Terjemah:

Cara Berpikir Cepat dan Berbicara dengan Lancar dalam bahasa Inggris

Banyak pelajar bahasa Inggris, terutama mereka yang bahasa Inggrisnya bukan bahasa ibu mereka, sangat ingin bisa berbicara (atau menulis) dalam bahasa Inggris dengan lancar dan cepat. Saat saya berselancar di Youtube, saya menemukan video ini, dan menurut saya, isinya relevan dengan masalah ini. Pembicara dalam video tersebut menjelaskan cara untuk meningkatkan kefasihan dan kecepatan Anda saat berbicara dalam bahasa Inggris: berhenti menerjemahkan di kepala Anda. Pada artikel ini, saya ingin meringkas dan menyoroti poin penting dari penjelasannya.
Bahasa ibarat otot di tubuh kita, dan setiap orang memiliki lebih dari satu otot. Bayangkan di kepala Anda, Anda memiliki dua bahasa: bahasa ibu dan bahasa Inggris Anda. Otot bahasa asli Anda telah digunakan dan dilatih untuk seumur hidup Anda. Karena itu, bisa bekerja cepat, responsif, tepat, dan akurat. Sementara itu, otot lain - otot Inggris Anda, telah dilatih hanya selama beberapa tahun di sekolah. Membandingkan perbedaan besar antara dua otot yang berbeda, bagaimana kita mengharapkan mereka bekerja sama kuat?
Agar otot Inggris Anda kuat dan responsif, Anda harus melatihnya. Bayangkan Anda menggunakan tangan kanan Anda hampir sepanjang waktu, dan Anda ingin memperbaiki kekuatan dan refleks tangan kiri Anda. Dalam hal ini Anda harus mengurangi menggunakan tangan kanan Anda dan mulai menggunakan tangan kiri Anda. Setelah latihan dan latihan tertentu, saya yakin tangan kiri Anda akan bekerja lebih responsif dan cepat seperti tangan kanan Anda.
Mengenai otot Inggris di otak Anda, agar lebih responsif dan cepat dalam memproses kata dalam bahasa Inggris, latih mereka! Biarkan otot bahasa ibu Anda sebentar: pikirkan dalam bahasa Inggris, bicaralah dalam bahasa Inggris. Lakukan semuanya dalam bahasa Inggris. Berhenti menggunakan kamus dua bahasa. Mulailah menggunakan kamus monolingual (kamus Inggris-Inggris). Dengan cara ini, ketika Anda mencari kata-kata tertentu, dan Anda menemukan kata-kata dalam kamus, definisi dan deskripsi semuanya berbahasa Inggris. Ini akan membantu Anda berpikir dalam bahasa Inggris, dan pada saat bersamaan melatih otot bahasa Inggris Anda.
Sekali lagi, agar otot Inggris Anda bekerja dengan cepat dan responsif, biarkan otot bahasa asli Anda untuk sementara waktu. Berhenti menggunakan bahasa ibu Anda. Untuk melakukan ini, Anda memerlukan pasangan, dan pasangannya tidak harus menjadi orang lain-ini bisa menjadi diri Anda sendiri. Ya, bicara pada diri sendiri. Bagaimana jika Anda membuat kesalahan tata bahasa atau pengucapan? Siapa yang akan memperbaikinya? Siapa Takut. Ini adalah pelatihan. Anda melatih otot Anda, tidak mengikuti pertandingan Olimpiade. Sebenarnya, dalam kehidupan nyata, penutur asli bahasa Inggris terkadang mengacaukan tata bahasa atau pengucapannya. Namun, mereka tetap bisa berkomunikasi dengan baik.
Namun, jika Anda ingin memperbaiki keakuratan otot Anda, Anda bisa mencatat kata-kata yang mungkin Anda tidak yakin tentang makna atau pengucapannya. Tulis saja kata-kata itu di selembar kertas atau di ponsel pintar Anda, dan Anda bisa memeriksanya nanti. Sekali lagi, menggunakan kamus monolingual. Ingat, Anda melatih otot bahasa Inggris Anda.
Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya, sama seperti melatih otot Anda agar memiliki bentuk dan fungsi yang baik, latihan harus teratur. Jangan berharap untuk memiliki tubuh seperti Arnold Schwarzenegger hanya dengan melakukan push-up dan mengangkat ban truk dalam sehari. Lakukan latihan dan olah raga secara teratur.
Semoga berhasil!

Tuesday, August 8, 2017


Saat ini hampir seluruh aspek kehidupan kita telah tersentuh oleh kecanggihan teknologi. Pada bidang bidang perkantoran misalnya, untuk mencatat kehadiran para pegawainya di setiap gedung diletakkan alat pencatat kehadiran otomatis berupa perekam sidik jari atau lebih dikenal dengan sebutan “fingerprint”. Tidak terkecuali di kampus-kampus, dimana para pegawai dan dosen-dosennya cukup menempelkan jarinya pada alat tersebut, maka kehadirannya telah terekam secara otomatis lengkap dengan detail waktunya, baik saat datang maupun ketika akan pulang. Terlepas dari efektif atau tidaknya kinerja alat ini dalam mengontrol displin para pegawainya, ada hal menarik yang akan kita bahas saat ini, yaitu analisa dari sudut pandang bahasa.
Pertama, kita lihat secara arti: kata fingerprint berasal dari bahasa inggris yang secara makna dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sidik jari. Hal ini sesuai dengan cara kerja alat ini dimana pengguna alat tersebut akan tercatat secara otomatis jam kedatangan dan kepulangannya dengan cara menempelkan jarinya pada alat tersebut. Untuk masalah makna ini hampir tidak ada perbedaan pendapat.
Kedua, kita lihat dari segi pengucapan. Nah, untuk masalah yang satu ini terdapat perbedaan pendapat. Ada sebagian orang yang melafalkannya dengan ‘finggerprint’, dan ada sebagian lain yang melafalkannya dengan ‘finjerprint’. Manakah yang benar?
Menurut Oxford Advanced Learner’s Dictionary karya AS Hornby, pada halaman 436-437 tertulis:
finger /'fІngǝ(r)/ any of the five parts extending from each hand (jari)
fingerprint  /'fІngǝprint/  a mark made usually made by the lower surface of the tip of a finger and used for identifying people (sidik jari)

Coba bandingkan dengan kata berikut ini:
          ginger /'dƷІndƷǝr/ a hot tastening root used as a flavouring (jahe)
          danger /'deІndƷǝr/ a chance of suffering damage, loss, injury, etc. (bahaya)

Lalu bandingkan dengan kata:
          anger /'ængǝr/ a strong feeling of annoyance (kemarahan)
          fishmonger /fiʃmɅngǝ(r)/ a person whose job is to sell fish in a shop (penjual ikan)

Dari perbandingan fonetik (cara pembacaan) kata-kata di atas, terlihat bahwa kata “finger” tidak dilafalkan /'fІndƷǝr/ (red: finjer) seperti halnya kata “ginger” atau “danger”, melainkan dilafalkan /'fІngǝ(r)/ seperti pada kata “anger” /'ængǝ(r)/ dan "fishmonger" /fiʃmɅngǝ(r)/.
Bagaimana, mudah-mudahan tidak keliru lagi ya :) 

Tuesday, October 25, 2016

"nationality" dan "citizenship"?






Tanya: Apa sih bedanya antara "nationality" dengan "citizenship"? 
Jawab:
Nationality dan citizenship adalah dua istilah yang sering kali dipakai bergantian. Beberapa orang bahkan menggunakan kdua istilah tersebut sebagai sinonim. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar, karena kedua kata tersebut sebenarnya berbeda makna. 
Pertama-tama, mari kita lihat kata nationality. Nationality secara singkat adalah negara di mana seseorang diliahirkan. Sedangkan citizenship merupakan status hukum seseorang di negara mana seseorang terdaftar.
Nationality biasanya diperoleh dari orang tua, sedangkan citizenship diperoleh ketika seseorang memasuki wilayah hukum sebuah negara melalui prosedur hukum. Misalnya, seorang warga Indonesia yang tinggal menetap di Australia, lalu pindah kewarganegaraan menjadi warga Australia, maka nationality-nya tetap Indonesia, sedangkan citizenshipnya berubah menjadi Australia. 
Kesimpulannya, seseorang dapat berganti-ganti citizenhip-nya, namun tidak akan pernah bisa mengganti nationality-nya.
Demikian semoga membantu. Kalau ada pertanyaan silakan ditulis di kolom komentar. Terima kasih.
Referensi: http://www.differencebetween.net/miscellaneous/difference-between-nationality-and-citizenship/

Monday, October 24, 2016

Lie VS Lie VS Lay


Sekilas ketiga kata ini serupa dan sedikit membingungkan dalam membedakan antara ketiganya. Berikut ini perbedaan mereka!
1. lie (berbaring) biasanya diikuti oleh preposisi ‘on’ kemudian diikutinoun (kata benda)
Contoh: She was lying on the floor.
2. lie (berbohong) biasanya diikuti preposisi ‘to’ atau ‘about’
Contoh: You lied to me the other day atau You lied about that matter to me the other day
3. lay (menaruh) selalu diikuti oleh noun (benda yang ditaruh).
Contoh: I lay my love on you.

PENTING: perhatikan perubahan verb 123 na!
lie (berbaring) v2=lay v3=lain v-ing=lying
lie (berbohong) v2=lied v3=lied v-ing=lying
lay (menaruh) v2=laid v3=laid v-ing =laying

Lalu bagaimana dengan ungkapan “lay an egg“??
Artinya adalah membuat kesalahan yang fatal dan memalukan.
Contoh: ”I guess I laid an egg on my performance, huh?”

Semoga bermanfaat!🙂

"everytime" VS "every time"


Pernah denger kalimat “Ibu lagi nggodhok wedang” (Ibu sedang memasak air). Tau kan kalau ada yang janggal pada kalimat itu?? Ya, kata “wedang” berarti “air minum” alias air yang sudah siap untuk diminum. Ngapain dimasak lagi?? Akan lebih tepat jika “Ibu lagi nggodhok banyu” sama seperti versi bahasa indonesianya karena “banyu” itu air. Banyu atau air perlu dimasak untuk membunuh kuman2 sebelum bisa diminum secara aman. Inilah fenomena yang terjadi dalam berbahasa yang disebut sebagai “salah kaprah”. Salah tapi sudah “dimaklumi” karena sudah terbiasa menggunakan kata itu dan justru kalau dirubah akan terasa aneh alias “bener ora lumrah”.

Nah, ternyata fenomena salah kaprah pun terjadi dalam bahasa inggris. Setidaknya ada satu contoh kata yang ternyata sering salah kaprah dalam penggunaan sehari-hari bahkan oleh para penutur asli. Kata itu adalah “every time” yang berarti “setiap saat” yang biasa ditulis “everytime” (digabung) (bahkan saya pribadi merasa lebih “sreg” pake “everytime” (digabung) dan ternyata itu salah kaprah :p).

Sebagai bukti kalau kita cari di Wikipedia setidaknya ada 3 lagu yang menggunakan “every time” (dipisah) dan 4 lagu yang menggunakan “everytime” (digabung). Lalu yang benar yang mana?? Menurut Merriam-Webster Dictionary yang tepat adalah “every time” (dipisah). Analoginya adalah coba kita lihat “each time” yang berarti “tiap saat” tentu kita merasa aneh kalau ditulis “eachtime (digabung) kan??

Tapi ya itu, namanya juga salah kaprah, jadi publik sudah “memakluminya”. Jadi orang-orang tidak akan terlalu mempermasalahkan penggunaan keduanya.

“Ketchup” itu bukan “kecap”




Ternyata apa yang kita sebut sebagai kecap, di luar negeri disebut sebagai sauce atau lebih tepatnya soya sauce. Dan apa yang kita sebut sebagai saos, di luar negeri disebut ketchup. Nah loh! Kok jadi kebalik-balik??!!
Mari kita lihat definisi kata-kata tersebut:
A. Ketchup
1. Ketchup (or Catsup) (American English and Canadian English) or tomato sauce (Commonwealth English) is a sweet-and-sourcondiment typically made from tomatoes, vinegar, sugar or high-fructose corn syrup, and an assortment of vegetable seasonings and spices such as onions, allspice, cloves, cinnamon, garlic, and celery
2. ketchup also catchup or catsup n. A condiment consisting of a thick, smooth-textured, spicy sauce usually made from tomatoes.
3. Etymology: In the 1690s the Chinese mixed together a concoction of pickled fish and spices and called it kôe-chiap orkê-chiap.
B. Soy Sauce
1. Soy sauce (also called soya sauce) is a condiment produced by fermenting soybeans with Aspergillus oryzae or Aspergillus sojae molds, along with water and salt.
2. Soy sauce (soya sauce) is adark brown liquid made from fermented soybeans (soya beans), roasted wheat, water and salt.
C. Sauce
1. Sauce is liquid or sometimes semi-solid food served on or used in preparing other foods
2. Sauces are not normally consumed by themselves; they add flavor, moisture, and visual appeal to another dish.
3. Etymology: Sauce is a French word taken from the Latin salsus, meaning salted.
There are also many sauces based on tomato (such as tomato ketchup and tomato sauce), other vegetables and various spices. Although the word ‘ketchup’ by itself usually refers to tomato ketchup, it may also be used to describe sauces from other vegetables or fruits. Sauce itu sendiri sangat umum, dan bahannya pun bermacam2, tidak hanya “saos tomat” yang kita kenal itu. Misalnya, ada yang terbuat dari campuran kuning telur plus tepung, saus karamel, bahkan ada juga saus jamur:

Kesimpulannya:
1. Apa yang orang2 luar sebut sebagai ketchup sama sekali bukanlah yang hitam-manis seperti yang kita kenal sebagai kecap melainkan tomato ketchup alias tomato sauce, yang terbuat dari tomat itu.
2. Apa yang kita sebut sebagai kecap, yang hitam manis itu, orang2 luar menyebutnya sebagai soy sauce/soya sauce (garis bawahi kata sauce) yang terbuat dari soy (kedelai) –sama dengan bahan yang kita kenal untuk membuat kecap Bang*o dkk.
Yang jadi pertanyaan adalah, kata2 tersebut asli dari Perancis dan China, jadi kita (orang Indonesia) dan orang2 luar negeri (katakanlah negara2 barat) sama2 meminjam kata2 tersebut. Tapi kenapa kita menggunakannya berlawanan?? Bayangkan misalnya Anda makan bareng dengan orang asing. Di meja ada kecap dan saos (yg kita kenal) dan tiba2 orang asing itu bilang “Could you please pass the ketchup?“. Kira2 mana yang akan Anda ambil: Kecap atau saos? Selamat merenung.🙂
Contoh kasus dari blog teman:
“Saya memang gak pernah membubuhkan kecap pd makanan berkuah. Sederhana saja, kecap membikin rasa makanan berubah. Beda dgn seorg teman yg merasa tak makan kalau belum pakai kecap. Sedikit agak keterlaluan, ia bahkan suka menambahi kecap pd semur pesanannya – kurang pas, katanya. Lantas ada kawan asing yg melongo keheranan waktu pelayan resto membawakan kecap, pdhal sebetulnya ia meminta "ketchup" alias saos tomat. Sementara kawan asing lain yg suka terlalu pede dgn terjemahan literal, memesan nasi goreng dgn sedikit “saus kedelai” (soy sauce = kecap),–yang tentunya terdengar sangat asing— kali ini tukang nasi goreng lah yg melongo kebingungan.”

About

This site is developed to help all English learners around the world. However, since the site is developed in Indonesia (Southeast Asia), the language used in this site will be a mixture of English and Indonesian language. (Situs ini dikembangkan untuk membantu para pembelajar Bahasa Inggris di seluruh dunia. Namun demikian, dikarenakan situs ini dibuat di Indonesia (Asia Tenggara), bahasa yang digunakan di situs ini adalah campuran antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.)

MyEnglishBee.com

Powered by Blogger.

Search This Blog

Bee Translation

Bee Translation adalah jasa terjemah online yang dikelola oleh MyEnglishBee. Melayani terjemah/edit/proofread artikel, jurnal, abstrak, skripsi, tesis, disertasi dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris atau sebaliknya. Silakan kirim file yang akan diterjemahkan ke beetranslate@gmail.com Ada pertanyaan? Silakan hubungi 087711747454 (SMS/WA).

Popular Posts